Search

Sastra

TETES AIR KEHIDUPAN
Oleh
Rattahpinusa Haresariu Handisa

Sewindu telah berlalu.
Rasa rindu kian menggebu.
Benain Noelmina mengingatkanku
Akan bentangan ngarai yang menghijau.
Gemericik airnya laksana lantunan lagu.
Aliran airnya meliuk diantara batu-batu.
Seolah bebas dari pengganggu.
Sungguh pesonanya memikat kalbu.
Benain Noelmina menjadi hafas kehidupan.
Bagi orang Dawan yang tinggal di bantaran.
Airnya mengairi ladang tanaman.
Endapan pasirnya membuka lapangan pekerjaan.
Sungguh kehadiranya membawa pengharapan.
Sayang debit airnya kini kian berkurang.
Akibat banyak pepohonan yang ditebang.
Tak heran kini kekeringan berkepanjangan.
Apakah ini menjadi akhir bagi air kehidupan ?.

comment 0 komentar:

Poskan Komentar

Share it